Anak ayam belajar berkokok
Meniru suara ayam jantan
Anak kecil jangan merokok
Kalau merokok pasti penyakitan
Dari Seram ke Pulau Buru
Dalam kota beli papaya
Anak baik menghormati guru
Berbakti jua pada orangtua
Ke kota Medan membeli ulos
Beli ulos penuh bergambar
Anak sekolah jangan membolos
Jika membolos tak jadi pintar
My Facebook
Kategori
- Movie (3)
- Music (2)
- Nilai Kehidupan (11)
- Novel (3)
- Pantun (4)
- Pengetahuan (3)
- Puisi kehidupan (5)
- Puisi ungkapan hati (3)
- Sejarah (8)
- Syair (4)
- video (3)
Senin, 29 Oktober 2012
Pantun cinta part1
Cendrawasih indah berbulu
Dilihat sangatlah manis
Selamat Menempuh Hidup Baru
Semoga menjadi keluarga harmonis
Arjuna membawa panah
Memanah cinta putri ayu
Semoga menjadi keluarga sakinah
Selamat Menempuh Hidup Baru
manis-manis rasa gula
tak semanis madu lebah
selamat untukmu yang berbahagia
merasakan bersatunya hati yg indah
Dilihat sangatlah manis
Selamat Menempuh Hidup Baru
Semoga menjadi keluarga harmonis
Arjuna membawa panah
Memanah cinta putri ayu
Semoga menjadi keluarga sakinah
Selamat Menempuh Hidup Baru
manis-manis rasa gula
tak semanis madu lebah
selamat untukmu yang berbahagia
merasakan bersatunya hati yg indah
Menghembuskan Nafas Terakhir Di Kuburan Temannya
Dhiya’ yang bertugas memandikan mayat di rumah sakit militer Riyadh
telah bercerita kepadaku dan menurutku ia seorang yang dapat dipercaya.
Hanya Allah-lah yang mengetahui hakikat sebenarnya dan aku tidak akan
mendahului Allah dalam menilai seseorang itu suci atau tidak. Ia
mengisahkan bahwa seorang personil angkatan laut meminta bantuanku untuk
mengeluarkan akte kematian temannya yang meninggal.
Setelah akte tersebut kami keluarkan, kami memandikan mayat temannya bersama-sama. Kami berpisah pada jam 11.35 siang. Ia membawa jenazah temannya sementara aku bersiap-siap hendak melaksanakan shalat Zhuhur. Pada jam 1 siang, pihak rumah sakit menelponku, mereka katakan, “Di sini ada jenazah. Keluarganya ingin agar segera dishalatkan pada waktu Ashar. Segeralah kemari dan mandikan jenazah tersebut.”
Setelah akte tersebut kami keluarkan, kami memandikan mayat temannya bersama-sama. Kami berpisah pada jam 11.35 siang. Ia membawa jenazah temannya sementara aku bersiap-siap hendak melaksanakan shalat Zhuhur. Pada jam 1 siang, pihak rumah sakit menelponku, mereka katakan, “Di sini ada jenazah. Keluarganya ingin agar segera dishalatkan pada waktu Ashar. Segeralah kemari dan mandikan jenazah tersebut.”
Langganan:
Postingan (Atom)
- 28 Okt - 4 Nov (10)
- 21 Okt - 28 Okt (40)
posting populer
-
senandung alunan nada cinta menyembuhkan telingaku yang lama telah tuli.... mengalun syahdu merasuk dalam hati yang mendabakan kedamaian....
-
Mungil, manis, jadi ketua OSIS, tapi judesnya minta ampun. Itulah Bia, cewek kelas 3 SMA Constantine. Banyak cowok naksir Bia, tapi Bia me...
-
Anak ayam belajar berkokok Meniru suara ayam jantan Anak kecil jangan merokok Kalau merokok pasti penyakitan Dari Seram ke Pulau Buru ...

»