Tampilkan postingan dengan label Puisi kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi kehidupan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Oktober 2012

Untukmu Pejuang Kami

begitu kuat ambisimu..
begitu hebat ideologi-ideologimu..
kau tak gentar ketika badai menerjang..
kau tetap kokoh pada pendirianmu..
kaulah pahlawan bangsa..
pahlawan bangsa disaat smua pemimpin smakin rapuh..
pahlawan bangsa disaat yang lain tak berani bersuara..
tapi engkau bersuara dengan lantang..
bersuara dengan lantang untuk demi kebaikan ini..
engkau lah pemimpin..pemimpin bagi santri dan pengikutmu..
pemimpin buat keluargamu..engkau seorang pemimpin yang hebat..
meski fisikmu tak lagi sempurna..
tapi engkau terus maju..
terus maju tak peduli badai menghadangmu..
demi rakyat..demi pengikutmu.

Kerasnya Hidup

kerasnya kehidupan ini..
banyak orang menghalalkan segala cara..
untuk demi mencukupi hidup mereka..
tak peduli kawan tak peduli lawan..
tak peduli miskin tak peduli kaya..
kau tak penah pandang kaum bawah..
pernahkah kau berpikir susahnya kaum bawah..
mencari sesuap nasi pun mereka susah..
tapi kau seenaknya saja hidup buang2 uang..
kau beli baju pun minta dibeliin..apa kau tak malu..
dan bahkan kau tak penah peduli..
ketika ada pengemis berdiri disamping mobilmu..
berharap kau akan mengasih recehan..
tau kah kau.

Kotoran Bumi

ku liat kao…kao dsana…
kao umbar auratmu spt kao ngasi mkan ayam…
kao bangga bejalan lenggak lenggok kao pamerkan paha dan dadamu…
ap yg dalam otakmu…
seolah kao bangga dengan itu sma…
diluar kao mang tampak indah nan cantik buat diliat…
tp didalam…tak beda dengan kotoran kuda yang tercecer dijalan raya…
kao liatkan kotoranmu dmn2…
apa itu yang kao banggakan…dapat apa kao…
bumi ini semakin lama smakin rapuh…
smakin hancur seiring hancurnya moral para generasi…
sampai kapan akan seperti ini…
generasi baru yang smakin parah