begitu kuat ambisimu..
begitu hebat ideologi-ideologimu..
kau tak gentar ketika badai menerjang..
kau tetap kokoh pada pendirianmu..
kaulah pahlawan bangsa..
pahlawan bangsa disaat smua pemimpin smakin rapuh..
pahlawan bangsa disaat yang lain tak berani bersuara..
tapi engkau bersuara dengan lantang..
bersuara dengan lantang untuk demi kebaikan ini..
engkau lah pemimpin..pemimpin bagi santri dan pengikutmu..
pemimpin buat keluargamu..engkau seorang pemimpin yang hebat..
meski fisikmu tak lagi sempurna..
tapi engkau terus maju..
terus maju tak peduli badai menghadangmu..
demi rakyat..demi pengikutmu.
My Facebook
Kategori
- Movie (3)
- Music (2)
- Nilai Kehidupan (11)
- Novel (3)
- Pantun (4)
- Pengetahuan (3)
- Puisi kehidupan (5)
- Puisi ungkapan hati (3)
- Sejarah (8)
- Syair (4)
- video (3)
Tampilkan postingan dengan label Puisi kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi kehidupan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 26 Oktober 2012
Kerasnya Hidup
kerasnya kehidupan ini..
banyak orang menghalalkan segala cara..
untuk demi mencukupi hidup mereka..
tak peduli kawan tak peduli lawan..
tak peduli miskin tak peduli kaya..
kau tak penah pandang kaum bawah..
pernahkah kau berpikir susahnya kaum bawah..
mencari sesuap nasi pun mereka susah..
tapi kau seenaknya saja hidup buang2 uang..
kau beli baju pun minta dibeliin..apa kau tak malu..
dan bahkan kau tak penah peduli..
ketika ada pengemis berdiri disamping mobilmu..
berharap kau akan mengasih recehan..
tau kah kau.
banyak orang menghalalkan segala cara..
untuk demi mencukupi hidup mereka..
tak peduli kawan tak peduli lawan..
tak peduli miskin tak peduli kaya..
kau tak penah pandang kaum bawah..
pernahkah kau berpikir susahnya kaum bawah..
mencari sesuap nasi pun mereka susah..
tapi kau seenaknya saja hidup buang2 uang..
kau beli baju pun minta dibeliin..apa kau tak malu..
dan bahkan kau tak penah peduli..
ketika ada pengemis berdiri disamping mobilmu..
berharap kau akan mengasih recehan..
tau kah kau.
Kotoran Bumi
ku liat kao…kao dsana…
kao umbar auratmu spt kao ngasi mkan ayam…
kao bangga bejalan lenggak lenggok kao pamerkan paha dan dadamu…
ap yg dalam otakmu…
seolah kao bangga dengan itu sma…
diluar kao mang tampak indah nan cantik buat diliat…
tp didalam…tak beda dengan kotoran kuda yang tercecer dijalan raya…
kao liatkan kotoranmu dmn2…
apa itu yang kao banggakan…dapat apa kao…
bumi ini semakin lama smakin rapuh…
smakin hancur seiring hancurnya moral para generasi…
sampai kapan akan seperti ini…
generasi baru yang smakin parah
kao umbar auratmu spt kao ngasi mkan ayam…
kao bangga bejalan lenggak lenggok kao pamerkan paha dan dadamu…
ap yg dalam otakmu…
seolah kao bangga dengan itu sma…
diluar kao mang tampak indah nan cantik buat diliat…
tp didalam…tak beda dengan kotoran kuda yang tercecer dijalan raya…
kao liatkan kotoranmu dmn2…
apa itu yang kao banggakan…dapat apa kao…
bumi ini semakin lama smakin rapuh…
smakin hancur seiring hancurnya moral para generasi…
sampai kapan akan seperti ini…
generasi baru yang smakin parah
Jeritan dan tarian batinku.
.Waktu yang berjalan terasa melambat hari ini,diantara degup sayup rasa
jantung hati akan celoteh bahagia sang kekasih diujung sana,semua lelah
ini seakan sirna seketika. Ketika ku pandangi potret wajahmu yang
tersenyum padaku.
Sayup-sayup suara hati bergema di setiap penjuru pendengaranku,relung degup diantara gigi yang terkatup akan bayangan dirinya diujung sana."sialan aku rindu akan dirinya"batinku kembali bergejolak dan berusaha mengais sisa-sisa luka.
Senja yang bergelayut mengatup malam,ku duduk disini seperti biasa melepaskan pandanganku pada setiap penjuru Tanah gersang yang terhampar diantara cadasnya hidup,ku gelembungkan kedua pipiku dan dalam satu tarikan nafas saja asap rokok itu pun kembali menelusup keluar dari pipa pernafasanku,ku hempaskan semuanya.
Sayup-sayup suara hati bergema di setiap penjuru pendengaranku,relung degup diantara gigi yang terkatup akan bayangan dirinya diujung sana."sialan aku rindu akan dirinya"batinku kembali bergejolak dan berusaha mengais sisa-sisa luka.
Senja yang bergelayut mengatup malam,ku duduk disini seperti biasa melepaskan pandanganku pada setiap penjuru Tanah gersang yang terhampar diantara cadasnya hidup,ku gelembungkan kedua pipiku dan dalam satu tarikan nafas saja asap rokok itu pun kembali menelusup keluar dari pipa pernafasanku,ku hempaskan semuanya.
Ratapan Sang Arie Yang Tegar
Lenyap menyapa jiwa
Rindu mengetuk rasa
pasrah,
Rindu mengetuk rasa
pasrah,
aku lelah,
hilang segala tabah,
sia-sia semua langkah,
sudah,
aku marah,
yang aku mau kini dia telah menyerah,
yang aku benci datang dari segala arah.
Jauh aku merenung ke infiniti
merenungi diri,
mencari salah dalam setiap laku
Mencarimu dihidupku
hilang segala tabah,
sia-sia semua langkah,
sudah,
aku marah,
yang aku mau kini dia telah menyerah,
yang aku benci datang dari segala arah.
Jauh aku merenung ke infiniti
merenungi diri,
mencari salah dalam setiap laku
Mencarimu dihidupku
Langganan:
Postingan (Atom)
- 28 Okt - 4 Nov (10)
- 21 Okt - 28 Okt (40)
posting populer
-
aku menunduk saat tuan senja menatapku rupanya siang akan terganti malam rindu di hati belum sepenuhnya terobati aku selalu berharap ...
-
senandung alunan nada cinta menyembuhkan telingaku yang lama telah tuli.... mengalun syahdu merasuk dalam hati yang mendabakan kedamaian....
-
walau hanya sejenak ku tak bisa tinggalkanmu kita memang terpisah tapi hatimu telah tertitip di hatiku beribu makna hiasi kisah kita...


»